{"id":336,"date":"2026-09-25T12:44:04","date_gmt":"2026-09-25T05:44:04","guid":{"rendered":"https:\/\/eksyar.umpo.ac.id\/?p=336"},"modified":"2026-09-25T12:44:04","modified_gmt":"2026-09-25T05:44:04","slug":"mahasiswa-prodi-eksyar-umpo-aktif-mencatatkan-keberhasilan-dalam-meraih-beasiswa-prestisius-seperti-beasiswa-bank-indonesia-bi-serta-beasiswa-pemerintah-daerah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/eksyar.umpo.ac.id\/index.php\/2026\/09\/25\/mahasiswa-prodi-eksyar-umpo-aktif-mencatatkan-keberhasilan-dalam-meraih-beasiswa-prestisius-seperti-beasiswa-bank-indonesia-bi-serta-beasiswa-pemerintah-daerah\/","title":{"rendered":"Mahasiswa prodi Eksyar umpo aktif mencatatkan keberhasilan dalam meraih beasiswa prestisius, seperti Beasiswa Bank Indonesia (BI) serta Beasiswa Pemerintah Daerah."},"content":{"rendered":"<p dir=\"ltr\">Mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Ponorogo (Umpo), Nevia Natasya Putri, berhasil meraih Beasiswa Bank Indonesia tahun 2025 setelah melalui proses seleksi yang ketat.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Adib Khusnul Rois, M.E selaku Kaprodi Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Ponorogo memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Ponorogo Nevia Natasa Putri yang merupakan mahasiswa angkatan 2023 ini mengungkapkan bahwa ketertarikannya mengikuti program beasiswa tersebut bermula dari informasi yang ia peroleh dari dosen dan kakak tingkat di program studi.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Selain itu, pada tahun 2024, ia juga aktif mengikuti berbagai seminar yang diselenggarakan oleh Generasi Baru Indonesia (GenBI), komunitas penerima Beasiswa Bank Indonesia.<\/p>\n<blockquote>\n<p dir=\"ltr\">\u201cAwalnya saya dapat informasi dari dosen dan kakak prodi. Lalu saya ikut seminar-seminar GenBI, dari situ mulai tertarik dan mencari tahu lebih dalam tentang beasiswa Bank Indonesia,\u201d ujarnya.<\/p>\n<\/blockquote>\n<p dir=\"ltr\">Dari berbagai kegiatan tersebut, Nevia mulai memahami lebih jauh tentang program beasiswa dan manfaat yang ditawarkan. Ketertarikannya semakin kuat setelah melihat berbagai kegiatan yang dinilai menarik dan bermanfaat bagi mahasiswa.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Informasi terkait pendaftaran seleksi Beasiswa Bank Indonesia tahun 2025 juga diperolehnya melalui Kaprodi, dosen dan teman-teman. Setelah mengetahui adanya pembukaan seleksi, ia pun memutuskan untuk mendaftar.<\/p>\n<blockquote>\n<p dir=\"ltr\">\u201cSaya tertarik karena melihat benefit yang akan didapatkan, terutama bantuan dana pendidikan,\u201d tambahnya.<\/p>\n<\/blockquote>\n<p dir=\"ltr\">Pada tahap awal seleksi, peserta diwajibkan mengisi formulir pendaftaran secara daring dan mengunggah berbagai dokumen persyaratan. Beberapa di antaranya adalah Kartu Tanda Mahasiswa (KTM), transkrip nilai, surat keterangan aktif organisasi, surat rekomendasi, serta dokumen pendukung lainnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Nevia mengaku bahwa jumlah berkas yang harus dilengkapi cukup banyak. Namun, dengan dukungan dari program studi, ia dapat menyelesaikan seluruh persyaratan dengan baik.<\/p>\n<blockquote>\n<p dir=\"ltr\">\u201cProdi sangat membantu, terutama dalam pengurusan surat dan rekomendasi. Tanpa bantuan prodi, saya tidak mungkin sampai di titik ini,\u201d tuturnya.<\/p>\n<\/blockquote>\n<p dir=\"ltr\">Setelah dinyatakan lolos seleksi administrasi, Nevia melanjutkan ke tahap wawancara yang dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom. Menurutnya, tahap wawancara menjadi bagian paling menantang dalam seluruh rangkaian seleksi.<\/p>\n<blockquote>\n<p dir=\"ltr\">\u201cWalaupun cuma online, tekanannya terasa banget karena yang mewawancarai langsung dari pihak Bank Indonesia,\u201d jelasnya.<\/p>\n<\/blockquote>\n<p dir=\"ltr\">Dalam satu sesi wawancara, peserta dibagi ke dalam beberapa breakout room. Setiap kelompok terdiri dari sekitar lima peserta dengan dua orang penguji dari pihak Bank Indonesia. Proses wawancara berlangsung selama lebih dari satu jam.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Wawancara dikemas dalam bentuk diskusi dan tanya jawab yang kompetitif, menyerupai sistem cerdas cermat. Peserta harus aktif menjawab berbagai pertanyaan seputar Bank Indonesia, mulai dari peran, program, hingga sejarah berdirinya.<\/p>\n<blockquote>\n<p dir=\"ltr\">\u201cBukan cuma perkenalan diri, tapi juga rebutan menjawab pertanyaan. Teman-teman lain juga pintar-pintar dan jawabannya lengkap,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<\/blockquote>\n<p dir=\"ltr\">Situasi tersebut sempat membuat Nevia merasa minder dan tertekan. Ia bahkan mengaku sempat menangis setelah sesi wawancara selesai karena merasa penampilannya kurang maksimal.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cSaya merasa poin saya kurang dibandingkan teman-teman lain. Setelah wawancara, saya sedih dan cuma bisa berdoa semoga lolos,\u201d katanya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Namun, doa dan usaha yang dilakukannya membuahkan hasil. Nevia akhirnya dinyatakan lolos sebagai penerima Beasiswa Bank Indonesia tahun 2025. Kabar tersebut disambut dengan rasa haru dan bangga.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">\u201cSaya bersyukur sekali. Rasanya bangga sama diri sendiri karena ternyata saya bisa melewati semua proses ini,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Setelah menerima beasiswa, Nevia merasakan berbagai manfaat, baik secara finansial maupun pengembangan diri. Bantuan dana yang diterimanya digunakan untuk membayar UKT, biaya hidup, uang saku, serta kebutuhan akademik lainnya.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Selain itu, ia juga mendapatkan banyak relasi dari berbagai perguruan tinggi dan daerah, seperti dari UIN Ponorogo, UNIDA, dan dari beberapa kampus asal Kediri, Tulungagung dan lainnya yang merupakan satu komisariat komunitas GenBI Kediri. Melalui berbagai kegiatan bersama, ia dapat memperluas jaringan pertemanan dan bertemu dengan banyak mahasiswa berprestasi.<\/p>\n<blockquote>\n<p dir=\"ltr\">\u201cRelasinya luas sekali. Saya punya banyak teman dari berbagai kampus dan daerah,\u201d ujarnya.<\/p>\n<\/blockquote>\n<p dir=\"ltr\">Melalui program ini, Nevia juga mengaku semakin memahami peran Bank Indonesia secara lebih mendalam. Ia turut terlibat dalam kegiatan sosial, seperti sosialisasi program kepada masyarakat dan penyebaran informasi terkait kebijakan Bank Indonesia.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Para penerima beasiswa juga mendapatkan pembinaan rutin dari pihak kampus dan Bank Indonesia. Setiap bulan dilakukan evaluasi kinerja, keaktifan organisasi, serta pembinaan terkait pengembangan diri.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Selain itu, terdapat pula program pelatihan khusus yang dilaksanakan selama beberapa hari, yang bertujuan membentuk jiwa kepemimpinan dan karakter sebagai agent of change di masyarakat.<\/p>\n<blockquote>\n<p dir=\"ltr\">\u201cDalam program itu, kami dibentuk untuk menjadi pemimpin dan punya jiwa leadership,\u201d jelasnya.<\/p>\n<\/blockquote>\n<p dir=\"ltr\">Di akhir wawancara, Nevia menyampaikan pesan kepada mahasiswa Umpo yang ingin mengikuti Beasiswa Bank Indonesia agar mulai mempersiapkan diri sejak dini.<\/p>\n<p dir=\"ltr\">Ia menekankan pentingnya menjaga nilai akademik, mengasah soft skill dan hard skill, serta memperluas wawasan dan relasi.<\/p>\n<blockquote>\n<p dir=\"ltr\">\u201cPertahankan nilai, perbanyak belajar, asah kemampuan, dan perdalam pengetahuan tentang Bank Indonesia, mulai dari program, tujuan, sampai sejarahnya,\u201d pesannya.<\/p>\n<\/blockquote>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Ponorogo (Umpo), Nevia Natasya Putri, berhasil meraih Beasiswa Bank Indonesia tahun 2025 setelah melalui proses seleksi yang ketat. Adib Khusnul Rois, M.E selaku Kaprodi Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Ponorogo memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah Ponorogo Nevia Natasa Putri yang merupakan mahasiswa angkatan 2023 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":337,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_thinkrank_schema_form_data":"","_thinkrank_selected_schema_type":"","_thinkrank_additional_schemas":"","_thinkrank_canonical_url":"","_thinkrank_og_title":"","_thinkrank_og_description":"","_thinkrank_og_image":"","_thinkrank_twitter_title":"","_thinkrank_twitter_description":"","_thinkrank_twitter_image":"","_thinkrank_imported_from":"","_thinkrank_focus_keywords":[],"_thinkrank_focus_keyword":"","_thinkrank_robots_meta_enabled":0,"_thinkrank_robots_meta":"[]","_thinkrank_advanced_robots_meta":"[]","_thinkrank_exclude_from_search":0,"_thinkrank_exclude_from_archives":0,"_thinkrank_primary_category":0,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-336","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tak-berkategori"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/eksyar.umpo.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/336","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/eksyar.umpo.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/eksyar.umpo.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/eksyar.umpo.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/eksyar.umpo.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=336"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/eksyar.umpo.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/336\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":338,"href":"https:\/\/eksyar.umpo.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/336\/revisions\/338"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/eksyar.umpo.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/337"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/eksyar.umpo.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=336"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/eksyar.umpo.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=336"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/eksyar.umpo.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=336"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}